Mohon Petunjuk dari Allah Melalui Istikharah
Bismillah
Seseorang yang menghadapi sesuatu soal yang bersifat mubah (iaitu urusan2 yg wajib atau sunat, kita disuruh melakukannya, sedang yang haram atau makruh, kita disuruh meninggalkannya. Dengan demikian istikharah tidak berlaku kecuali pada masalah-masalah yang mubah) sedang ia sendiri masih ragu2 mana sebaiknya dilakukan, maka disunatkan mengerjakan dua rakaat sunat yg bukan termasuk wajib.
Salat ini boleh saja di waktu menegerjakan sunat Rawatib atau Tahiyyatul masjid & boleh pula di waktu malam ataupun siang, sedang bacaan sesudah al-Fatihah dapat dipilih sehendaknya.
sesudah itu hendaklah membaca tahmid serta selawat kepada Nabi Muhammad saw dan selanjutnya doa sebagaimana diriwayatkan oleh bukhari dari hadith Jabir ra, katanya;
"Rasulullah saw mengajarkan kpd kami cara bersembahyang istikharah dlm segala hal spt juga beliau mengajarkan surat alQuran. Baginda bersabda:
'Jikalau salah seorang di antara kamu jendak melakukan sesuatu , maka hendaklah bersembahyang 2 rakaat yang bkn wajib & setelah selesai, hendaklah mengucapkan :Ya Allah, aku memohonkan pilihan menurut pengetahuanMu, juga aku memohon kurniaMu yang besar, kerana sesungguhnya Engkaulah yang berkuasa dan aku tidak berkuasa, Engkaulah Yang Maha Tahu dan aku tidak mengetahui apa-apa. Engkau Maha Mengetahui segala ghaib. Ya Allah, jikalau Engkau mengetahui bahwa urusanku ini...... (disebut apa urusan) baik untukku dalam agamaku, kehidupanku serta akibat urusanku, atau sabdanya
di waktu dekat atau masa kemudian, maka takdirkanlah untukku dan mudahkanlah serta berikanlah berkat kepadaku di dalamnya.
Sebaliknya jikalau Engkau mengetahui bahwa urusan ini.... tidak baik untukku, dalam agamaku, kehidupanku serta akibat urusanku, atau sabdanya
di waktu dekat atau masa kemudian, maka jauhkanlah hal itu dari padaku dan jauhkanlah aku dari padanya serta takdirkanlah untukku yang baik2 saja di aman saja adanya kemudian puaskanlah hatiku dengan takdirMu itu" dalam melakukan istikharah ni tak terdapat suatu bacaan surah tertentu sebagaimana juga tidak perlu dikerjakan berulang-ulang.
Imam Nawawi berkata: "Sesudah istikharah haruslah mengerjakan apa yang dirasa lebih baik untuk diri dan hendaknya bebas benar-benar dari kehendak peribadi. Jadi jangan sampai lebih mengutamakan sesuatu yg dirasakan baik pada waktu sebelum beristikharah, sebab kalau demikian, maka sama halnya dgn tidak beristikharah kpd Allah atau kurang penyerahan terhadap pengetahuan serta kekuasaan Allah."
Kerana itu haruslah ia mempercayai benar2 kehendak Allah yg akan ditetapkanNya hingga dgn demikian terlepaslah ia dari usaha, kekuatan atau pilihan dirinya yang peribadi.
sumber:
Fikh Sunnah, Sayid Sabiq
...segala puji bagi Allah & kepadaNya kita mohon keampunan... sedikit coretan at 07:32 pm by
~iman @ aisyah~