...~ "Be in this world as though you were a stranger or a traveler/wayfarer."
"When evening comes, do not expect (to live till) morning, and when morning comes, do not expect (to live till) evening. Take from your health (a preparation) for your illness, and from your life for your death." [Sahih Bukhari] ~...
diri ini... hanyalah seorang pengembara di bumi Allah... tiada apa yang menjadi milikku melainkan segalanya pinjaman dariMu... dariMu aku datang, kepadaMu jua aku akan kembali... sesungguhnya aku inginkan keredhaan dariMu dalam setiap apa yang aku lakukan & setiap apa yang bakal aku tempuhi, hanya padaMu aku berserah... moga akan diberikan ketabahan & kekuatan iman serta sentiasa di dalam pimpinanMu dalam menempuh liku-liku kehidupan di dunia yang fana & yang penuh onak ini sebelum menuju ke alam yang abadi...ameen
In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful. All praises and thanks are Allah's, the Lord(Rabb) of the 'Alamin (mankind, jinn and all that exists). The Most Graciuos, the Most Merciful. The Only Owner (and the Only Ruling Judge) of the Day of Recompense (i.e the Day of Resurrection). You (Alone) we worship, and You (Alone) we ask for help (for each and everything). Guide us to the Straight Way. The way of those on whom You have bestowed Your Grace, not (the way) of those who earned Your Anger, nor of those who went astray.
al-Fatihah 1-7
~~~~~~~~~~~~~~~~
Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw bersabda yg bermaksud, "Barangsiapa memperbanyakkan istighfar, Allah jadikan baginya kesukaan dari tiap-tiap kesusahan dan Allah jadikan baginya jalan keluar dari tiap-tiap kesempitan dan Dia rezekikan kepadanya dari jurusan yang dia tidak sangka-sangka."
- Abu Daud -
~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Rasulullah saw bersabda yg bermaksud,
"Tidak seorangpun muslim yang berdoa dgn sesuatu doa yang tidak berunsur dosa mahupun memutuskan silaturrahim, kecuali Allah akan memberinya satu dari tiga perkara; samada doanya diperkenankan terus, atau disimpan untuknya pada hari akhirat, atau dijauhkan darinya keburukan yang setanding dengannya. Telah berkata para sahabat: Jikalau begitu, kami akan memperbanyakkan doa. Baginda menjawab: Allah lebih banyak pemberiannya."
-Riwayat Ahmad-
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ya Allah, dengan pengetahuan Engkau terhadap perkara yang ghaib dan kekuasaan Engkau ke atas makhluk, hidupkanlah aku sekiranya Engkau mengetahui hidup itu lebih baik bagiku dan matikanlah aku sekiranya Engkau mengetahui mati itu lebih baik bagiku. Ya Allah, aku memohon daripadaMu sifat takutkan Engkau sama ada dalam keadaan sembunyi atau nyata. Aku memohon kata-kata yang benar ketika redha dan semasa marah, aku memohon kepadaMu kesederhanaan semasa susah atau senang, aku memohon kepadaMu nikmat yang tidak berkurangan, aku memohon kepadaMu zuriat yang sejuk dipandang mata dan tidak akan putus, aku memohon kepadaMu keredhaan selepas ditakdirkan (terjadi sesuatu), aku memohon kepadaMu kehidupan yang baik selepas mati, aku memohon kepadaMu kelazatan melihat wajahMu, kerinduan untuk bertemu denganMu tanpa kesusahan yang memudharatkan dan fitnah yang menyesatkan. Ya Allah, hiasilah kami dengan perhiasan iman dan jadikanlah kami petunjuk kepada orang yang mendapat petunjuk....ameen
-Sahih an Nasai-
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibubapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau redhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri
(al-Ahqaaf 46:15)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"This day I have perfected your religion for you, completed My Favour upon you, and have chosen for you Islam as your religion" (Al-Maidah 5:3)
Apakah dalil tiupan sangkakala & berapakah jumlah tiupan itu?
Firman Allah Ta'ala (al-Zimar 39:68)
"Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menuggu (keputusan masing-masing)."
Ayat ini menyatakan dua tiupan, pertama untuk kematian dan kedua untuk kebangkitan semula.
firman Allah Ta'ala (al-naml 27:87)
"Dan ingatlah hari ketika ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadapNya dengan merendahkan diri."
Pendapat pertama berkenaan ayat ini ialah mereka yang mengatakan bahwa ketakutan ini ialah kematian (iaitu tiupan pertama) yang terdapat dalam ayat sebelumnya (al-Zumar 39:68). Pendapat ini dikuatkan oleh yang berikut:
"Kemudian ditiup sangkakala yang mana tidak seorangpun mendengarnya kecuali akan ketakutan. Orang pertama mendengarnya ialah seorang lelaki yang sedang membaiki telaga untanya, lalu dia dimatikan dan disusuli pula dengan sekalian manusia. Kemudian Allah akan menghantar atau menurunkan hujan yang dengannya akan bercambah kembali badan-badan manusia dan mereka akan bangun seraya melihat."
(HR Muslim)
Pendapat kedua berkenaan ayat ini ialah bahawa ketakutan ini adalah satu keadaan berasingan yang berlaku sebelum dua keadaan yang terdapat dalam ayat sebelumnya (al-Zumar 39:69). Pendapat ini dikuatkan dengan sebuah hadith panjang berkenaan sangkakala. Di dalam hadith tersebut dinyatakan tiga tiupan sangkakala iaitu tiupan ketakutan, tiupan kematian dan tiupan kebangkitan berdepan dengan Tuhan semesta alam.*
* Hadith ini (hadith al-Shur) dinyatakan oleh al-imam Ibnu Kathir di dalam tafsir surah al-An'aam ayat 73. Beliau mengatakan "Hadith ini amat ghariib (ganjil). Ismail bin Raafi', tukang cerita penduduk Madinah telah berseorangan dalam meriwayatkannya. Para ulama' telah berselisih pendapat dalam peribadinya, ada yang menguatkannya dan ada yang melemahkannya. Tidak sedikit ulama' yang menghukum hadith ini sebagai hadith munkar (lemah menyalahi yang kuat).
~kelas akidah~
...segala puji bagi Allah & kepadaNya kita mohon keampunan...
Di hadapanMu aku bersujud
Di hadapanMu aku bermunajat
Menginsafi atas segala kealpaan diri
Mengakui akan kelemahan diri
PadaMu aku bermohon
PadaMu aku mengadu
Agar diberikan kekuatan
Untuk aku terus berada di atas jalan yang diredhai
Walau ujian tidak pernah sunyi
Yang sering mengetuk diri
Mengingatkan aku untuk kembali kepadaMu
Kini ku sedar akan kelemahan diri
Harapan & pergantunganku hanya padaMu Ilahi
Agar diri tidak bisa jauh dariMu
Ku pohon maghfirah dariMu
Sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa2ku
Melainkan Engkau Ya Rabb dengan sifatMu, Ya Ghaffur
Pimpinlah aku dalam redhaMu dan bekalkan kekuatan
Untuk aku sentiasa mengingatiMu
dan dalam aku memperbaiki amalanku
Ya Allah, kurniakan aku ilmu yang bermanfaat
Sebagai panduan hidup di dunia ini
Terimalah amalku yang sekelumit cuma
Hasil dari ilmu ibarat air laut di celahan kuku
untuk bekalanku di akhirat sana
dan untung nasibku adalah dari rahmat Mu Ya Rahman
Ya Allah, Kau angkat dan perkenankanlah doaku
terimalah taubatku
jangan biarkan diri ini terus alpa dengan keseronokan dunia
jangan biarkan diri ini tersilap langkah
Kau pimpinlah aku dalam aku meneruskan perjalanan ini
dan berilah ingatan padaku melalui ujianMu
agar aku tidak terlena dek kesenangan dunia
kerana hanya Engkau yang mengetahui apa yang terbaik buat hamba2Mu
Ya Allah, jadikanlah aku hambaMu yang sabar
dan yang tetap bersyukur atas segala ketentuanMu
walau dalam nikmat dan dugaan
tempatkan aku bersama orang2 yang menerima hidayah
berilah penghujung yang baik dalam kehidupan ku
di dunia...lebih-lebih lagi di akhirat sana
dan yang paling utama Ya Allah
Engkau tempatkanlah aku di kalangan orang2 yang beruntung
semasa di hari perhitungan nanti dengan rahmatMu......
ameeeeen Ya Rabbal 'Aalamiin
~disember 2004~
...segala puji bagi Allah & kepadaNya kita mohon keampunan...
kenapa manusia seringkali merasakan dirinya cukup
sedangkan dia hamba yang lemah
yang tidak punya apa
kenapa manusia seringkali merasakan dirinya sempurna
sedangkan dia banyak kekurangan
tiada beza antara satu sama lain
kenapa manusia seringkali merasakan dirinya hebat
sedangkan dia hamba yang dhaif
kerna apa yang ada pada dirinya hanyalah sementara
segala yang ada hanyalah pinjaman dari Yang Maha Esa
kerana Allah lah yang Maha Agung Lagi Maha Berkuasa dari segalanya
insaflah diri..tiada apa yang perlu dibanggakan
dan rendahkanlah hati sesama makhluk ciptaanNya
dan bersyukurlah dalam setiap apa jua keadaan
kerana Dia Maha Tahu akan apa yang tersirat di sebalik sesuatu
home sweet home
9.14am
Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa:"Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.
(an-Nahl:16:30)
(Tuhan) yang membuat segala sesuatu dengan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian, Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (mani). Kemudian, Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruhNYa dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. Sedikit sekali kamu bersyukur.
(as-Sajadah:32:7-9)
...segala puji bagi Allah & kepadaNya kita mohon keampunan...
Apakah dalil bagi Ihsan daripada Al-Quran dan al-Sunnah?
Firman Allah Ta'ala (al-Baqarah 2:195) "Dan berbuat baiklah kerana sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."
Firman Allah Ta'ala (al-Nahl 16:128)
"Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan."
Firman Allah Ta'ala (Luqman 31:122)
"Dan barangsiapa yang meneyrahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kukuh."
Firman Allah Ta'ala (Yuunus 10:26)
"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (syurga) dan tambahannya."
Firman Allah Ta'ala (al-Rahmaan 55:60)
"Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan."
Sabda Rasulullah saw
"Sesungguhnya Allah tekah mewajibkan Ihsan ke atas segala sesuatu."
(HR Muslim)
Sabda Rasulullah saw
"Amat beruntunglah seorang hamba yang wafat dalam keadaaan dia berihsan (berbuat baik) dalam beribadah terhadap Allah dan berihsan (berbuat baik) dalam berurusan dengan tuannya, beruntunglah dia."
(HR Muslim)
Apakah Ihsan dalam ibadah?
Rasulullah saw telah menghuraikan Ihsan itu dalam hadith Jibril apabila Jibril bertanya: Maka beritahulah aku tentang Ihsan. Jawab Baginda saw: Bahawa kamu beribadat seolah-olah kamu melihatNya. Sekiranya kamu tidak dapat melihatNya, sesungguhnya Dia melihat kamu.
(HR Muslim)
Rasulullah saw telah menjelaskan bahawa Ihsan mempunyai 2 peringkat yang berlainan iaitu:
Peringkat yang tinggi : Beribadat kepada Allah seoalh-olah kamu melihatNya. Ini dinamakan peringkat al-Musyahadah (penyaksian) di mana seseorang hamba itu beramal mengikut penyaksiannya terhadap Allah Ta'ala dengan hatinya, iaitulah hatinya dipenuhi cahaya iman, memancar basirah (kejelasan) ilmu pengetahuannya sehinggakan perkara yang ghaib menjadi seperti perkara yang dilihat. Inilah hakikat peringkat Ihsan.
Peringkat kedua : al-Muraqabah (pemantauan) iaitu seseorang hamba itu beramal dengan merasakan bahawa Allah Ta'ala memerhatikannya, melihatnya dan dekat dengannya. Sekiranya hamba itu merasakan perkara ini dalam amalannya dan melaksanakan amalannya di atas perasaan ini, dia adalah mukhlis (mensucikan ibadah) kepada Allah. Ini kerana perasaan ini menegahnya daripada berpaling kepada selain Allah Ta'ala danmenegahnya dari menuju kepada selain Allah Ta'ala dalam amalannya.
Ahli kedua-dua peringkat ini berbeza berdasarkan kepada tahap pancaran basirah (kejelasan) ilmunya.
Semoga diri kita akan sentiasa dalam pimpinan Allah dan memperoleh ketenteraman hati dalam beribadah kepadaNya serta memperoleh rahmat dariNya.. ...ameen
"(iaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah lah hati akan menjadi tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik." (al-Raad 13:28-29)
Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.....ameen
...segala puji bagi Allah & kepadaNya kita mohon keampunan...
Ya Allah tenangkan hati hambaMu ini Jangan biarkan aku lalai dengan dunia ini Isikan kekosongan hati ini dengan Nur dan RahmatMu Bilamana gelora melanda di jiwa Sesungguhnya kepadaMu kumohon kekuatan Untuk aku meneruskan hidup di dunia yang sementara ini Jangan biarkan ia berdukacita dek sedikit ujian dari Mu Kerana ku tahu setiap apa yang melanda adalah tanda kasih sayangMu Buat hamba-hambaMu yang terpilih Dan aku pasti aku mampu menanggungnya Tempatkan aku dalam golongan yang sabar, Ya Allah Tempatkan aku di kalangan orang2 yang bersyukur Dan tempatkan aku di kalangan orang2 yang beruntung semasa di akhirat sana Pimpinlah aku di atas jalanMu hingga ke akhirnya
Ameen
lab em 1.10pm
...segala puji bagi Allah & kepadaNya kita mohon keampunan...
tandanya ialah: dia cinta apa yg Allah cinta dan benci apa yang Allah benci lalu melaksanakan perintahNya, menjauhi laranganNya. membantu pembantuNya dan memusuhi musuhNya. Inilah yang dimaksudkan dengan ikatan iman yang terkuat ialah cinta kerana Allah dan benci kerana Allah seperti yang terdapat dalam hadith:
"Sekuat-kuat ikatan iman ialah membantu kerana Allah, bermusuhan kerana Allah, cinta kerana Allah dan benci kerana Allah"
Bagaimanakah cara hamba dapat mengetahui perkara yang dicintai dan diredhai oleh Allah?
Dia dapat mengetahuinya melalui pengutusan para rasul dan penurunan kitab di mana Allah memerintahkan perkara yang dicintai dan diredhai serta melarang perkara yang dibenci dan disanggah. perkara ini menegakkan hujah Allah ke atas hambaNya dan menonjolkan hikmatNya yang sempurna. Firman Allah Ta'ala (al-Nisa' :4:165)
"(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
firman Allah lagi (Ali Imran: 3:31)
"Katakanlah "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. ikutilah Aku, nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Alhamdulillah....
...segala puji bagi Allah & kepadaNya kita mohon keampunan...
Seseorang yang menghadapi sesuatu soal yang bersifat mubah (iaitu urusan2 yg wajib atau sunat, kita disuruh melakukannya, sedang yang haram atau makruh, kita disuruh meninggalkannya. Dengan demikian istikharah tidak berlaku kecuali pada masalah-masalah yang mubah) sedang ia sendiri masih ragu2 mana sebaiknya dilakukan, maka disunatkan mengerjakan dua rakaat sunat yg bukan termasuk wajib.
Salat ini boleh saja di waktu menegerjakan sunat Rawatib atau Tahiyyatul masjid & boleh pula di waktu malam ataupun siang, sedang bacaan sesudah al-Fatihah dapat dipilih sehendaknya.
sesudah itu hendaklah membaca tahmid serta selawat kepada Nabi Muhammad saw dan selanjutnya doa sebagaimana diriwayatkan oleh bukhari dari hadith Jabir ra, katanya;
"Rasulullah saw mengajarkan kpd kami cara bersembahyang istikharah dlm segala hal spt juga beliau mengajarkan surat alQuran. Baginda bersabda: 'Jikalau salah seorang di antara kamu jendak melakukan sesuatu , maka hendaklah bersembahyang 2 rakaat yang bkn wajib & setelah selesai, hendaklah mengucapkan :
Ya Allah, aku memohonkan pilihan menurut pengetahuanMu, juga aku memohon kurniaMu yang besar, kerana sesungguhnya Engkaulah yang berkuasa dan aku tidak berkuasa, Engkaulah Yang Maha Tahu dan aku tidak mengetahui apa-apa. Engkau Maha Mengetahui segala ghaib. Ya Allah, jikalau Engkau mengetahui bahwa urusanku ini...... (disebut apa urusan) baik untukku dalam agamaku, kehidupanku serta akibat urusanku, atau sabdanya di waktu dekat atau masa kemudian, maka takdirkanlah untukku dan mudahkanlah serta berikanlah berkat kepadaku di dalamnya. Sebaliknya jikalau Engkau mengetahui bahwa urusan ini.... tidak baik untukku, dalam agamaku, kehidupanku serta akibat urusanku, atau sabdanya di waktu dekat atau masa kemudian, maka jauhkanlah hal itu dari padaku dan jauhkanlah aku dari padanya serta takdirkanlah untukku yang baik2 saja di aman saja adanya kemudian puaskanlah hatiku dengan takdirMu itu"
dalam melakukan istikharah ni tak terdapat suatu bacaan surah tertentu sebagaimana juga tidak perlu dikerjakan berulang-ulang.
Imam Nawawi berkata: "Sesudah istikharah haruslah mengerjakan apa yang dirasa lebih baik untuk diri dan hendaknya bebas benar-benar dari kehendak peribadi. Jadi jangan sampai lebih mengutamakan sesuatu yg dirasakan baik pada waktu sebelum beristikharah, sebab kalau demikian, maka sama halnya dgn tidak beristikharah kpd Allah atau kurang penyerahan terhadap pengetahuan serta kekuasaan Allah."
Kerana itu haruslah ia mempercayai benar2 kehendak Allah yg akan ditetapkanNya hingga dgn demikian terlepaslah ia dari usaha, kekuatan atau pilihan dirinya yang peribadi.
sumber: Fikh Sunnah, Sayid Sabiq
...segala puji bagi Allah & kepadaNya kita mohon keampunan...
Bagaimana caranya untuk berjalan di atas jalan yang lurus
Bagaimana caranya untuk berjalan di atas jalan yang lurus
BIsmillah
sambungan pengisian dari kelas akidah oleh ust fadlan...
Bagaimana caranya untuk berjalan di atas jalan yang lurus ini dan untuk selamat daripada terpesong di atasnya?
Caranya ialah dgn berpegang teguh kpd al-Quran dan al-Sunnah, berjalan berpandukan keuda-duanya dan berhenti pada had-hadnya. Dengan inilah dapat dihasilkan penyucian tauhid terhadap Allah dan penyucian ikutan terhadap Rasulullah saw. Firman Allah Ta'ala (al-Nisaa 4:69)
"Dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan RasulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, iaitu nabi-nabi, para shiddiq, para syahid dan para salih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya."
Orang-orang yang diberi nikmat ini secara terperincinya mereka ialah golongan yang Allah sandarkan jalan yang lurus itu kepada mereka dalam firmanNya (al-Fatihah 1:6-7)
"Tunjukilah kami jalan yang lurus. Iaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai (yahudi) dan bukan pula jalan mereka yang sesat (Nasrani)"
Tiada nikmat yang lebih besar terhadap seorang hamba daripada diberi hidayah memasuki jalan ini dan dipelihara daripada jalan-jalan yang sesat.
Rasulullah saw telah meninggalkan umatnya di atas jalan ini seperti mana sabdanya: Aku telah meninggalkan kamu di atas jalan yang putih, malamnya seperti siangnya, tiada yang keluar darinya kecuali akan binasa.
(HR Ahmad)
semoga Allah kurniakan kita baSirah (cahaya keimanan) untuk kita terus berada di atas jalan Allah ni dengan memperbanyakkan ilmu yg bermanfaat serta amalan yang diterimaNya dan terus-terusan berdoa kepadaNya.
teringat kata2 ust ariffin masa permulaan kelas tadabbur quran after kelas akidah ari tu...betul2 menyentuh hati..
setiap apa yg melanda, YAKINLAH itu yang TERBAIK dari ALLAH, yang terbaik untuk kita
Haq Allah untuk tentukan & tetapkan sesuatu
lihat musibah dengan iman kita, bukan dengan emosi kita
jangan kita persoalkan KENAPA Allah nak jadikan sesuatu musibah
teruskan hidup dengan akidah means keyakinan yang tinggi pada Allah
kalau ada apa2 musibah, segera lari ke masjid...means carilah perlindungan Allah di rumah Allah
sesungguhnya ajaran2 Tuhan itu adalah satu peringatan...mudahan akan terus berada dlm golongan orang2 yang menerima hidayah & sentiasa di dlm pimpinanNya....ameen
...segala puji bagi Allah & kepadaNya kita mohon keampunan...